Minggu, 20 Januari 2019

Bagaimana sih, Kehidupan Anak Sekolah di Jepang?

Kawanbar.com - Untuk jenjang SD-SMP sekolah sudah ditentukan oleh Pemerintah, lalu bagaimana Kehidupan Anak Sekolah di Jepang? Orang tua harus segera mendaftarkan anaknya bersekolah di Balai Kota, pemerintah di Jepang yang akan menentukan di mana anak tersebut nantinya bersekolah. 

Jarak antara rumah dengan sekolah menjadi salah satu faktor penentu, dan anak wajib berjalan kaki ke sekolah, tidak terlalu jauh, jadi tidak ada kemacetan akibat orang tua mengantarkan anaknya ke sekolah. Itu artinya di Jepang tidak ada sekolah favorit, semua sekolah rata, tidak ada para orang tua yang rebutan cari sekolah favorit untuk anaknya. 

Lalu bagaimana keseharian anak yang sekolah di Jepang? Apakah sama halnya dengan anak sekolah di Indonesia yang hanya beberapa anak saja yang menaati peraturan? Penasaran? Simak ulasan berikut ini.

Kehidupan Anak Sekolah di Jepang


Apabila sekolah di Indonesia setiap hari Senin selalu melaksanakan upacara bendera, beberapa sekolah di Jepang tidak mengadakan upacara sekolah, tapi soal kecintaan anak-anak Jepang pada negaranya jangan ditanya lagi. Selain itu siswa siswi SD tidak harus memakai seragam sekolah, kecuali pada saat pelajaran olahraga saja.


Jika Anda pernah melihat film kartun doraemon, Anda perhatikan tas yang dimiliki oleh nobita, percaya atau tidak percaya untuk jenjang SD semua muridnya memiliki tas seperti yang nobita pakai semasa berangkat sekolah, yang membedakan hanyalah warnanya, antara laki dan perempuan warna tas dibedakan. 

Biru dan hitam untuk anak laki-laki, sedangkan anak perempuan bisa memilih warna yang bebas. Uniknya lagi, tas seperti nobita ini harganya mahal kisaran 3000 yen atau jika dalam uang Indonesia kira-kira 330 ribu rupiah. Menakjubkan bukan? Meskipun mahal, tas ini bergaransi selama kurang lebih 6 tahun dan hanya sekali pakai, tidak bisa diwariskan ke adik atau saudaranya nanti.


Walaupun Jepang termasuk negara yang terkenal sebagai negara dengan teknologi yang canggih, namun murid di sekolah dilarang membawa gadget ke sekolah. Segala bentuk komunikasi dari keluarga ke anak yang berada di sekolah semua lewat satu pintu, yaitu sekolah. Ini termasuk salah satu bentuk kesederhanaan negara Jepang selain berjalan kaki dari rumah ke sekolah tetapi  juga tidak diperbolehkan untuk membawa gadget.


Anak sekolah di Jepang ketika sudah lulus maka mereka akan mengambil kancing seragam sekolah (Gakuran) pria idolanya. Kancing gakuran yang letaknya sangat dekat dengan hati adalah kancing yang diperebutkan oleh para wanita dan biasanya diambil duluan oleh pacar atau gebetannya. 

Laki-laki yang kancing Gakurannya habis karena diambil banyak perempuan berarti dia adalah laki-laki yang populer. Sedangkan, perempuan yang paling banyak mendapatkan kancing Gakuran adalah cewek yang populer di mata lelaki. Kancing tersebut boleh diambil tentunya atas ijin lelaki terlebih dahulu.


Satu hal yang mungkin ingin Anda tanyakan mengapa pelajar sekolah di Jepang kebanyakan menggunakan rok yang pendek? Hampir semua siswi Jepang memakai seragam sekolah dengan rok mini yang berukuran di atas lutut. Kebanyakan rok siswi Jepang 16,7 Cm di atas lutut. 

Konon katanya dahulu seragam sekolah di Jepang tidak seperti sekarang ini lebih mendekati seperti seragam sekolah yang sekarang ada dipakai oleh pelajar Indonesia yaitu baju lengan pendek dengan rok pas di lutut. Entah apa yang menjadi alasan mengapa sekarang rok pelajar sekolah di Jepang menjadi sangat pendek di atas lutut. Padahal jika itu terjadi di Indonesia sangat tidak wajar, karena itu disebut membuka aurat yang dilarang oleh agama.

Demikian artikel sederhana mengenai Kehidupan Anak Sekolah di Jepang semoga bermanfaat untuk Anda.

Thanks for read. Please rate and give comment below. If you like my content, share this article. Kawan Bar, Enjoy!!!


EmoticonEmoticon